Powered By Blogger

Selasa, 16 Maret 2010

4 Pendapat Tentang Pengangkatan Nabi Isa a.s.

Selasa, 16 Maret 2010

Para ulama mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang pengangkatan Nabi Isa as. ada empat pendapat terkait dengan aya t Alquran surat Ali Imran : 55 dan surat al-Maidah :117 yang dikemukakan dengan berbagai bukti penguatnya…  pada firman tersebut terdapat kata ‘inni mutawaffiika’ yang artinya wafat..para ulama memperdebatkan arti wafat dalam firman tersebut. berikut keempat pendapat tersebut :

 

55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya."

 

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu:" Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu ", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
QS. al-Mai'dah (5) : 117

1.pendapat 1

yang dimaksud wafat disini adalah kematian dalam tidur. Jadi, Allah mengangkat nabi Isa dalam keadaan tidur. diriwayatkan dari Rabi’ bahwa sesunggauhnya Allah Ta’ala mengangkat Isa as. kelangit dalam keadaan tidur kerena Dia merahmatinya. (Tafsir Al-alusi, jld 3. hlmn 179). Ibnu Yasir mendukung pendapat ini. dia mengatakan, “Mayoritas ulama mengatakan bahwa yang dimaksud kata wafat disini adalah tidur,” seperti pada firman Allah di surat An’aam : 60 dan Az-Zumar : 42.

2. Pendapat 2

wafat disini berarti mengambil, seperti pada kata wafaytu malii ala fulaan, yang berarti “saya mengambil hakku yang menjadi tanggungan fulan”. jadi arti surat al-Maidah :117 adalah “… Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”.

ulama yang berpegang pada pendapat kedua adalah ulama yang berpegang pada dalil-dalil Al-Qur’an, Hadits Mutawattir, Ijma’ Islam, dan indikasi bahasa. Pendapat ini didukung oleh Syaikhul Mufassirin Ibnu Jarir ath-Thabari, ia berpendapat begitu karena sesuai dengan sabda Rasul, “Isa bin Maryam akan turun, lalu ia membunuh Dajjal. lalu ia tinggal di bumi selama waktu tertentu, kemudian ia meninggal dan umat Islam mensholati jenazahnya dan memakamkannya”. atas dasar itu banyak ulama yang setuju dengan pendapat 2.'”pendapat yang benar adalah Allah mengangkat Isa as. ke langit tanpa kematian dan tidak dalam keadaan tidur, sebagaimana dikatakan oleh Hasan dan Ibnu Zaid. pendapat ini didukung oleh Ath-Thabari, dan juga merupakan pendapat Ibnu Abbas dan Adh-Dhahak”,Kata imam Qurthubi. Al-Alusi membenarkan pendapat Imam Qurthubi.

3. Pendapat 3

Pendapat yang ketiga tentang arti wafat adalah wafat dalam arti kematian yang pada umumnya terjadi pada manusia. pada pendapat ini, nabi Isa meninggal dan ruhnya yang diangkat. ulama pendukung pendapat ketiga ini mengajukan 2 alasan, yaitu:

1. kata wafat banyak terdapat di dalam Al-Qur’an dan berarti kematian, dan inilah yang segera dipahami. lagipula, tidak ada orang yang menggunakannya untuk arti lain kecuali ada alasan untuk membenarkannya.Syaikh Mahmud Syaltut berkata, “Kata wafat banyak disebut dalam Al-Quran dengan arti kematian, sehingga arti inilah yang dipakai dan yang segera terlintas dipikiran manusia ketika mendengar kata wafat”. jadi, kesimpulan alasan pertama ini bahwa ayat tersebut merupakan ‘kinayah (metafora)  yang secara tak langsung menunjukkan bahwa Allah melindunginya dr musuh.

2. Hadits yang menerangkan ttg turunnya Isa as. di akhir zaman adalah hadits ahad (riwayat perorangan) yang menghasilkan berita setingkat Zhann (dugaan kuat), bukan berita yang pasti. masalah turunnya Isa adalah masalah akidah, sedangkan masalah akidah diambil dari hadits yang qath’i (pasti),baik dari Al-Quran maupun hadits mutawattir.

4. Pendapat 4

yang dimaksud wafat adalah adalah kematian sebenarnya, namun setelah itu, Isa akan diturunkan ke bumi lagi pada akhir zaman.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Al Qur'an tidak mengatakan dengan jelas apakah Nabi Isa.As itu sama dengan Yesus.ATAU Nabi Isa.As itu tidak sama dengan Yesus.

Maka bila ada orang yang berbicara Yesus dengan dalil Nabi Isa.As,maka orang tersebut merupakan kelompok yang MELAMPAUI BATAS,karena tidak ada dalil di Al Qur'an dan As sunnah.Beda kasusnya bila membicarakan nabi Isa.As saja dengan dalil Al Qur'an tanpa melibatkan nama Yesus.

Sehingga hanya tafsir Almishbah lah yang bisa dipakai gambaran siapa nabi Isa tsb.

Tasfir almishbah:
Orang mengenal Nabi Isa.As itu hanya dalam keadaan dia masih hidup,tapi siapakah nabi Isa.As itu yang sebenarnya baru akan terjawab pada akhir jaman.

Nabi Isa.As Wafat naik kesurga duduk disebelah kanan Allah (naik drajatnya),dan pada hari kiamat Dia akan mengadili orang yang mati (menjadi Hakim adil).

My Blog's Followers